Tresnane Ngajak Punyan Mente

“Di sini, seluruh bagian dari pohon jambu mente dimanfaatkan secara bijak oleh masyarakat sekitar,” tulis kelompok siswa-siswi dari SMP Negeri 4 Abang pada salah satu deskripsi karya mereka. Proses pembelajaran mereka selama fase pasca-residensi, dengan didampingi oleh guru mereka, I Gede Ambarayana (yang kami sapa Bli Gede) dan seniman kolaborator Dwi Rahmanto, menumbuhkan kekaguman dan apresiasi mereka terhadap pohon jambu mente.

Siswa-siswi belajar bagaimana masyarakat Abang, Karangasem, memelihara dan memanfaatkan pohon jambu mente. Mereka mencoba proses pemanfaatan buah jambu mente, dan juga mengekspresikan rasa cinta mereka pada pohon jambu mente melalui tarian dan nyanyian kreasi mereka sendiri.

Fermentasi Mente

Siswa-siswa SMP N 4 Abang melakukan fermentasi pada buah-buah mente yang mereka temukan. Setelah buah mengalami fermentasi selama kurang-lebih 2 minggu, mereka memeras buah mente, dan menyuling air hasil perasan tersebut untuk kemudian difermentasi lagi. Hasil fermentasi tersebut adalah tuak buah jambu mente yang turut dipajang di Museum Kebangkitan Nasional selama selama Pekan Kebudayaan Nasional 2023.

Fermentasi Jambu Mente menjadi Arak/Tuak
Pupuk Cair dari Mente

Pupuk Cair

Proses pembuatan pupuk cair dari buah jambu monyet juga melibatkan proses fermentasi, tetapi tidak melibatkan proses penyulingan.

Cerita Bergambar “Pejuang Monyet